Andi Hakim Nasution (1932-2002) Mantan Rektor IPB 1978-1987





Profesor Dr Ir Andi Hakim Nasution, menjabat Rektor Institut Pertanian Bogor (IPB) selama dua periode (1978-1987). Guru besar (pakar) statistik dan genetika kuantitatif, yang juga terkenal sebagai pengamat pendidikan itu lahir di Jakarta, 30 Maret 1932. Penggagas Sistem Panduan Bakat dan inspirator pendirian Fakultas MIPA di IPB, ini meninggal dunia di Jakarta, 4 Maret 2002.


Ia menghembuskan nafas terakhir sekitar pukul 21.00 WIB di Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat (RSPAD) Gatot Subroto Jakarta karena sakit kanker prostat. Putra sulung dari lima bersaudara, anak dari Anwar Nasution Gelar Mangaraja Pidoli, seorang dokter hewan pada zaman Belanda, ini meninggalkan isteri Amini Soekadi Nasution dan tiga orang anak serta tiga orang cucu.



Pusat Data Ensiklopedi Tokoh Indonesia (TokohIndonesia.com) mencatat, Andi Hakim Nasution menikmati masa kecil, remaja dan mudanya di Bogor. Di kota hujan ini ia menyelesaikan pendidikan HIS tahun 1945, SMP tahun 1948, dan SMA tahun 1952. Juga, tahun 1958 di Bogor, lulus dengan predikat cum laude sebagai sarjana (insinyur) pertanian angkatan keempat dari Fakultas Pertanian Universitas Indonesia yang kemudian menjadi Institut Pertanian Bogor (IPB). Enam tahun kemudian (1964) dia meraih gelar doktor (Ph.D) dalam bidang experimental statistic dari North Carolina University, AS.



Ia telah memulai karir sebagai guru di SPMA Bogor , sejak menamatkan SMA hingga meraih gelar insinyiur dari IPB (1952-1958). Di samping itu, Nasution juga aktif sebagai dosen dan Sekretaris Akademi Pertanian Ciawi (1958-1965). Lalu, setelah berhasil meraih gelar doktor, Nasution kembali ke Indonesia dan menjadi dosen IPB tahun 1965. Ketika itu, di berbagai kampus, termasuk IPB, sedang bergolak akibat perang ideologi menjelang peristiwa berdarah G30S PKI/1965.



Setahun kemudian, 1966, Andi diangkat menjadi Dekan Fakultas Pertanian (Faperta) IPB hingga tahun 1969. Berselang beberapa tahun, diangkat menjadi Direktur Pendidikan Sarjana IPB (1971-1975). Sejak 1972, ia dianugerahi gelar professor (guru besar) Statistik dan Genetika Kuantitatif IPB. Lalu, dipercaya menjabat Direktur Pasca Sarjana IPB (1975-1978) sebelum terpilih menjabat Rektor IPB selama dua periode (1978-1987) Selain itu, ia juga sempat menjabat Rektor (Ketua) Sekolah Tinggi Telkom Bandung, yang berdiri pada 28 September 1990.


Salah satu gagasannya yang patut dikenang adalah Sistem Panduan Bakat dalam penerimaan mahasiswa baru. Sistem ini tidak mensyaratkan calon mahasiswa menempuh tes, tetapi harus berprestasi di sekolahnya. Sistem ini juga sangat menghargai calon mahasiswa cerdas yang tidak mampu mengongkosi kuliah.


Selain itu, pria yang menyukai fotografi ini aktif sebagai ketua Dewan Juri Lomba Penelitian Ilmiah Remaja (LPIR). Ia pun terus mengikuti jejak para pemenang lomba karya ilmiah, yang memilih masuk IPB (tanpa tes). Banyak di antaranya menjadi pengusaha sukses, dan menjadi peneliti pada institusi pemerintah.

Inspirator pendirian Fakultas MIPA di IPB ini juga dikenal sangat produktif menulis. Banyak artikelnya dimuat di berbagai media massa. Ia tidak hanya menulis dalam bidang keahlian dan profesinya, tapi djuga alam bidang-bidang yang lain.

Tak heran, tatkala jenazah peraih anugerah Tokoh Ilmuwan MABBIM (Majelis Bahasa Brunei-Indonesia-Malaysia) ini disemayamkan di rumah duka jalan Tegal Lega Blok A-6 No 4, kawasan Ciwaringin, Bogor, sangat banyak sahabat dari berbagai kalangan yang melayat. ►e-ti/binsar halomoan

Nama:Prof. Dr. Andi Hakim Nasution
Lahir:Jakarta, 30 Maret 1932
Meninggal:Jakarta, 4 Maret 2002
Agama:Islam

Jabatan Terakhir:
- Rektor Institut Pertanian Bogor (IPB), 1978-1987
- Ketua Sekolah Tinggi Teknologi Bandung, 1990

Istri:
Amini Soekadi Nasution
Anak:
Tiga orang
Ayah:
Anwar Nasution Gelar Mangaraja Pidoli

Pendidikan:
- HIS Bogor, 1945
- SMP Bogor, 1948
- SMA Bogor, 1952
- Insinyur dari Fakultas Pertanian IPB, 1958
- Doktor dari North Carolina State University Amerika, 1964

Karir:
- Guru SPMA Bogor (1952-1958)
- Dosen/Sekretaris Akademi Pertanian Ciawi (1958-1965)
- Dosen IPB Bogor, sejak 1965
- Dekan Fakultas Pertanian IPB (1966-1969)
- Direktur Pendidikan Sarjana IPB (1971-1975)
- Guru besar Statistik dan Genetika Kuantitatif IPB (sejak 1972)
- Dekan Sekolah Pasca Sarjana IPB (1975-1978)
- Rektor IPB (1978-1987)
- Ketua Sekolah Tinggi Telkom Bandung, 1990

Penghargaan:
- Anugerah Tokoh Ilmuwan MABBIM (Majelis Bahasa Brunei-Indonesia-Malaysia)
*** TokohIndonesia.Com (Ensiklopedi Tokoh Indonesia)