Ir. Hetifah Sj. Siswanda, MPP, PhD


Ir. Hetifah Sj. Siswanda, MPP, PhD adalah mantan aktivis kampus, diantaranya pernah menjabat sebagai Ketua Himpunan Mahasiswa Planologi ITB (1985-1986) dan Sekretaris Umum Koperasi Kesejahteraan Mahasiswa Bandung. Sekarang Hetifah menjadi Ketua Alumni Planologi ITB dan sehari-hari bergelut mengadvokasikan reformasi tata pemerintahan dalam jabatannya sebagai Direktur Eksekutif Bandung Trust Advisory Group (B-Trust). Di bawah kepemimpinan Hetifah saat ini, B-Trust memberikan bantuan dan asistensi kepada berbagai pemerintah kota/kabupaten dan provinsi untuk pembenahan birokrasi, perencanaan dan penganggaran partisipatif, peningkatan iklim usaha, perbaikan kualitas pelayanan publik, dan berbagai inovasi pembaruan lainnya. Kegiatan ini terwujud antara lain melalui program dan advokasi kebijakan pembentukan One Stop Service (Pelayanan Terpadu Satu Pintu) dan pelaksanaan Regulatory Impact Assessment (RIA).

Hetifah telah menulis beberapa buku antara lain buku yang berjudul “Inovasi, Partisipasi, dan Good Governance: 20 Prakarsa Inovatif dan Partisipatif di Indonesia” yang diterbitkan oleh Penerbit Obor dan akan dicetak ulang karena terbit pada masa yang tepat, yaitu ketika referensi mengenai hal ini sedang dibutuhkan oleh mahasiswa, pengajar, pejabat maupun pengamat. Area keahlian Hetifah yang utama adalah isu-isu penataan ruang dan sosial ekonomi perkotaan, partisipasi warga, dan kebijakan politik lokal. Saat ini Hetifah juga sering membantu berbagai lembaga internasional (antara lain CIDA, GTZ, TAF, USAID, Ford, AusAID, dll.) sebagai konsultan, peneliti dan fasilitator untuk mendorong reformasi tata pemerintahan di daerah. Karena pengalamannya, Hetifah kerap diundang sebagai pembicara atau trainer di forum-forum nasional dan international.

Pendidikan Hetifah adalah dalam bidang Perencanaan Kota dan Wilayah di Institut Teknologi Bandung, melanjutkan studi untuk Master in Public Policy dari National University of Singapore, dan meraih gelar PhD dari School of Politics and International Relations, Flinders University Adelaide Australia atas dukungan beasiswa dari Ford Foundation. Disertasi yang ditulis Hetifah berjudul “New Voices of the Community? Citizen Forums in Reformasi Era Indonesia”, menelaah bagaimana cara warga dan kelompok-kelompok marjinal seperti pedagang kaki lima, pengemudi becak, penyandang cacat mempengaruhi kebijakan publik di daerah.

Hetifah telah menjalankan karirnya di LSM sejak tahun 1992, dengan mendirikan AKATIGA Pusat Analisis Sosial, lembaga penelitian independen yang memfokuskan kajiannya pada studi empirik tentang persoalan kemasyarakatan, masalah sosial ekonomi dan kemiskinan, khususnya tentang usaha kecil, perburuhan dan pertanahan. Ia juga pendiri Indonesian Partnership on Local Governance Initiative (IPGI)- saat ini berubah menjadi Perkumpulan Inisiatif, yang menjadi pionir gerakan reformasi di bidang perencanaan dan penganggaran partisipatif di Indonesia serta mendirikan dan pernah memimpin jaringan organisasi masyarakat sipil Sarasehan Warga Bandung (Sawarung). Hetifah juga banyak terlibat dalam proses advokasi dan legal drafting berbagai peraturan daerah maupun peraturan di tingkat pusat seperti Peraturan Menteri, Peraturan Pemerintah, maupun Undang-Undang antara lain revisi Undang-Undang No.32/2004 tentang Pemerintahan Daerah dan Undang-Undang Gangguan (HO).

Keluarga:

Hetifah bersuamikan Ir. Siswanda Harso Sumarto, MPM dan telah dikaruniai empat Puteri: Amirah Kaca (Mahasiswa Teknik Industri ITB), Amanda Kistilensa (SMA I Bandung), Asanilta Fahda (SMP), dan Nahla Tetrimulya (SD).
sumber http://hetifah.com